Jekulo, Kudus – MI Al Chalimi Jekulo Kudus mengadakan kegiatan yang sangat bermakna bagi para siswa dalam rangka mengenalkan mereka pada budaya lokal yang kaya, khususnya dalam tradisi ziarah makam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan para siswa tentang pentingnya tradisi ziarah dan menghormati para ulama yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan agama dan budaya di wilayah Kudus.
Pada hari Jumat (22/11), para siswa kelas I-V MI Al Chalimi bersama dengan guru dan beberapa perwakilan dari orang tua siswa melakukan ziarah ke Makam Maqbaroh Kyai Chalimi, yang terletak di desa setempat. Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh besar dalam sejarah Kudus, Kyai Chalimi, tetapi juga sebagai pembelajaran langsung mengenai pentingnya mengenal dan memelihara budaya serta sejarah yang ada di sekitar mereka.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajarkan untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan ziarah, mulai dari berwudhu, membaca doa, hingga tata cara yang baik dalam berziarah. Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan mengenai sejarah dan perjuangan Kyai Chalimi dalam menyebarkan agama Islam di Kudus, serta pentingnya peran beliau dalam perkembangan pendidikan di wilayah tersebut.
Menurut Kepala MI Al Chalimi, kegiatan ziarah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap para leluhur dan ulama, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan budaya lokal. “Melalui kegiatan ini, kami ingin para siswa tidak hanya mengenal pelajaran dari buku, tetapi juga dari sejarah yang hidup di sekitar mereka. Ziarah ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar lebih dalam tentang tokoh-tokoh yang berperan penting dalam membentuk Kudus menjadi seperti sekarang,” ungkapnya.
Selama kegiatan ziarah, para siswa tampak antusias mendengarkan cerita sejarah Kyai Chalimi dan memperhatikan dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan oleh guru. Setelah selesai, mereka melakukan doa bersama sebagai tanda penghormatan dan berharap agar ilmu yang diberikan oleh para ulama terdahulu dapat terus diteruskan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari orang tua siswa, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Ahmad, orang tua dari salah satu siswa. “Saya sangat mendukung kegiatan ini karena selain mengajarkan anak-anak tentang sejarah, juga mengenalkan mereka pada nilai spiritual dan budaya yang sangat penting. Ini adalah bentuk pendidikan yang tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga pengalaman langsung yang sangat bermanfaat.”
Kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari upaya MI Al Chalimi dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai budaya, agama, dan sejarah. Diharapkan, dengan adanya kegiatan seperti ini, para siswa dapat terus mengembangkan rasa cinta dan hormat terhadap para tokoh agama serta budaya di tanah kelahiran mereka.

