Kudus – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Chalimi Jekulo Kudus terus berinovasi dalam bidang pendidikan inklusif dengan mengembangkan program khusus untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bagi siswa-siswa berkebutuhan khusus. Program ini diinisiasi untuk memberikan kesempatan yang sama bagi siswa berkebutuhan khusus agar mampu bersaing dan berkembang bersama teman-teman sebayanya.
Program calistung ini dirancang dengan metode dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan individual masing-masing siswa. Dengan memanfaatkan alat bantu belajar yang interaktif serta pendekatan pembelajaran yang kreatif, MI Al Chalimi berharap program ini dapat membantu siswa berkebutuhan khusus dalam memahami materi dasar yang menjadi fondasi bagi perkembangan pendidikan mereka di masa depan.
Kepala MI Al Chalimi, Bapak Ahmad Alif, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen madrasah untuk menyediakan pendidikan yang inklusif dan merata bagi semua siswa, tanpa terkecuali. “Kami menyadari bahwa setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, kami hadir untuk membantu mereka berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Dengan dukungan guru-guru yang telah mengikuti pelatihan khusus dalam pendidikan inklusif, program calistung ini dijalankan dengan suasana yang nyaman dan mendukung. Para guru didorong untuk menggunakan metode yang ramah anak, seperti permainan edukatif, media visual, dan kegiatan yang melibatkan keterampilan motorik, agar proses belajar lebih mudah diterima oleh siswa-siswa berkebutuhan khusus.
Program ini telah mendapat respons positif dari orang tua siswa. Ibu Siti, salah satu wali murid, menyatakan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan MI Al Chalimi. “Kami sangat bersyukur anak kami mendapatkan perhatian khusus di sini. Sekarang, dia lebih semangat belajar dan mulai bisa mengenali huruf serta angka,” tuturnya.
Dengan adanya program ini, MI Al Chalimi berharap mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang berdaya dan memiliki fondasi pengetahuan yang kuat, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Program calistung ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di Kabupaten Kudus dan sekitarnya.