Kudus, Jawa Tengah – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Chalimi di Jekulo, Kudus, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperhatikan peningkatan kapasitas kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan refleksi kinerja, evaluasi, serta penyusunan rencana pengembangan kompetensi yang terstruktur.
Salah satu langkah terbaru yang dilakukan MI Al Chalimi adalah mengaplikasikan metode refleksi dan evaluasi kinerja untuk menilai serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam proses pengajaran. Pihak madrasah juga aktif menyusun rencana pengembangan kompetensi untuk para guru, demi tercapainya standar mutu pendidikan yang lebih tinggi.
Baru-baru ini, salah satu guru MI Al Chalimi, Bapak Ahmad Alwi As’ari, S.Pd, mengikuti pelatihan khusus dalam penerapan metode Matematika Gasing, sebuah sistem pengajaran matematika yang dikenal dengan pendekatan “Gampang, Asik, dan Menyenangkan.” Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar matematika yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi siswa. Dengan metode Gasing ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif.
Bapak Ahmad Alwi As’ari menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan cara mengajarnya di kelas. “Metode Gasing membuat siswa lebih antusias dalam belajar matematika, karena mereka merasa lebih mudah memahami materi. Kami berharap, dengan penerapan metode ini, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan positif terhadap matematika,” ujarnya.
Kepala MI Al Chalimi juga menyatakan komitmennya dalam terus mendukung pelatihan dan pengembangan profesional bagi para guru. “Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi guru sangat penting untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Kami akan terus mendukung program pelatihan seperti ini agar para pendidik memiliki kemampuan dan strategi yang lebih variatif dalam mengajar,” katanya.
Langkah MI Al Chalimi Jekulo Kudus dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih inovatif dan menyenangkan di masa mendatang.
4o
Kudus, Jawa Tengah – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Chalimi di Jekulo, Kudus, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperhatikan peningkatan kapasitas kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan refleksi kinerja, evaluasi, serta penyusunan rencana pengembangan kompetensi yang terstruktur.
Salah satu langkah terbaru yang dilakukan MI Al Chalimi adalah mengaplikasikan metode refleksi dan evaluasi kinerja untuk menilai serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam proses pengajaran. Pihak madrasah juga aktif menyusun rencana pengembangan kompetensi untuk para guru, demi tercapainya standar mutu pendidikan yang lebih tinggi.
Baru-baru ini, salah satu guru MI Al Chalimi, Bapak Ahmad Alwi As’ari, S.Pd, mengikuti pelatihan khusus dalam penerapan metode Matematika Gasing, sebuah sistem pengajaran matematika yang dikenal dengan pendekatan “Gampang, Asik, dan Menyenangkan.” Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar matematika yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi siswa. Dengan metode Gasing ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif.
Bapak Ahmad Alwi As’ari menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan cara mengajarnya di kelas. “Metode Gasing membuat siswa lebih antusias dalam belajar matematika, karena mereka merasa lebih mudah memahami materi. Kami berharap, dengan penerapan metode ini, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan positif terhadap matematika,” ujarnya.
Kepala MI Al Chalimi juga menyatakan komitmennya dalam terus mendukung pelatihan dan pengembangan profesional bagi para guru. “Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi guru sangat penting untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Kami akan terus mendukung program pelatihan seperti ini agar para pendidik memiliki kemampuan dan strategi yang lebih variatif dalam mengajar,” katanya.
Langkah MI Al Chalimi Jekulo Kudus dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih inovatif dan menyenangkan di masa mendatang.