“Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan yang baik, di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan.”
Ing ngarso sung tulodo, artinya seorang pamong adalah pendidik yang memberikan contoh atau teladan. Ia pantas digugu dan ditiru dalam perkataan dan perbuatannya. Kedua, ing madyo mangun karso, artinya seorang pamong adalah pendidik yang selalu berada di tengah-tengah para muridnya dan terus-menerus membangun semangat dan ide-ide mereka untuk berkarya. Ketiga, tut wuri handayani, artinya seorang pamong adalah pendidik yang terus-menerus menuntun, menopang dan menunjuk arah yang benar.
Kemudian jika ditarik pada konteks kepemimpinan, maka memiliki makna sebagi berikut:
1) Ing Ngarsa Sung Tulodo
Ing ngarso mempunyai arti di depan atau di
muka, Sun/sung berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang-orang di sekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.
Dalam ajaran Ki Hajar yang pertama ini
menggambarkan situasi di mana seorang pemimpin bukan hanya sebagai orang yang berjalan di depan, namun juga harus menjadi teladan bagi orang-orang yang mengikutinya. Kata Ing Ngarso tidak dapat berdiri sendiri, jika tidak mendapatkan kalimat penjelas di belakangnya.
2) Ing Madya Mbangun Karsa
Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun
berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari Ing Madya Mbangun Karsa adalah seseorang di tengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat.
Karena itu seseorang juga harus mampu
memberikan inovasi-inovasi di lingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.
Ajaran kedua ini sarat dengan makna kebersamaan, kekompakan, dan kerjasama.
Seorang pemimpin tidak hanya melihat kepada orang yang dipimpinnya, melainkan ia juga harus berada di tengah – tengah orang yang dipimpinnya.
Maka sangat tidak terpuji bila seorang pemimpin hanya diam dan tak berbuat apa -apa sedangkan orang yang dipimpinnya menderita. Selain itu pemimpin harus kreatif dalam memimpin, sehingga orang yang dipimpinnya mempunyai wawasan baru dalam bertindak. Ditambah lagi seorang pemimpin harus melindungi segenap orang yang dipimpinnya.
3) Tut Wuri Handayani
Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan
handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar untuk menumbuhkan motivasi dan semangat.
#HariGuruNasional2020#HGN2020#KKGMI#Pendidikan#Santri#EraMilenial#MIAC